Selasa, 11 Desember 2018

PAYTREN KANTONGI IZIN TRANSFER DANA DARI BANK INDONESIA (BI)

Jakarta, CNN Indonesia --
Jam'an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur menyebut perusahaan pembayaran miliknya, PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren pembayaran), mengantongi izin transfer dana dari Bank Indonesia (BI). Dengan izin tersebut, rencananya Paytren akan mengembangkan teknologi QR code.
.
.
"Alhamdulillah kami dapat izin transfer dana dari BI, ini pelengkap uang elektronik yang ditunggu-tunggu," ujarnya, Jumat (7/12).
.
.
Ia menjelaskan pihaknya juga saat ini tengah mengembangkan teknologi QR code. Ke depan, Yusuf berharap teknologi QR code dapat digunakan di semua pasar modern dan tradisional, warung, sekolah, madrasah, hingga masjid dan musala.
.
.
"Sejak pekan lalu, sudah melakukan uji coba, insyaallah tinggal implementasi saja," terang dia. Ia berharap transfer dana dan pembayaran dengan QR code dapat beroperasi secara penuh pada Januari mendatang. Uang elektronik Paytren sempat dibekukan oleh BI lantaran harus terlebih dahulu mengurus perizinan. Namun, BI akhirnya mengeluarkan izin penyelenggaraan uang elektronik Paytren pada Mei lalu.
.
.
Selain memiliki bisnis uang elektronik, Yusuf Mansur juga memiliki PayTren Aset Manajemen yang sudah lebih dulu mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kedua perusahaan tersebut rencananya bakal disinergikan guna saling menunjang bisnis. Direktur Utama PayTren Aset Manajemen Ayu Widuri sebelumnya mengaku pihaknya akan berupaya mengejar jumlah pemegang rekening uang elektronik Paytren yang mencapai sekitar 500 ribu pada 2018. (bir)
.
PayTren, Connecting Your Life
Sumber: CNN Indonesia





Jumat, 09 November 2018

PAYTREN The Best Syariah Payment Fintech 2018






Satu persatu penghargaan kembali di raih oleh paytren, yang merupakan perusahaan Financial Technology buatan Anak Bangsa Indonesia .....
.
.
Banggakah Anda menggunakan Paytren ?
.
.
Produk lokal dengan kualitas Internasional  ini telah merambah di lebih dari 30 Negara
.
.
Untuk masyarakat Indonesia yang Bangga dengan produk Buatan Indonesia, segera download aplikasi keren ini melalui playstore jelajahi pengalaman yang super keren baik dari sisi Mental, Sosial, financial maupun spiritual anda melalui paytren yg di dalamnya ada Paytren academy .....
.
Salam Dahsyattt Cool Kerennnn
Yuk segera daftar paytren, jadilah yg pertama merasakan manfaat pakai paytren klik 
#PaytreninAja
#HappyPaytren
#PaytrenitasTeam
#RumahPaytrenCommunity

Fikri Islami
Executive Leader Paytren
Owner & Founder
PAYTRENITAS team
www.paytrenitas.com
&
RUMAH PAYTREN community
www.rumahpaytren.com

Rabu, 13 Juni 2018

Paytren Kantongi Ijin E Money Dari BI (Bank Indonesia)

*BI Akhirnya Restui Uang Elektronik Paytren Milik Yusuf Mansur*
CNN Indonesia
Rabu, 30/05/2018 21:06
*Jakarta, CNN Indonesia* -- Bank Indonesia (BI) akhirnya memberikan izin penyelenggaraan uang elektronik Paytren milik Jam'an Nurchotob Mansur alias Yusuf Mansur.
"Alhamdulillah (sudah kantongi izin dari BI) dah," ujar Yusuf Mansur kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/5).
Rencananya, Yusuf Mansur akan meluncurkan kembali uang elektronik Paytren pada Jumat (1/6). Peluncuran tersebut dilakukan bersamaan dengan penerimaan izin secara simbolis dari Bank Indonesia.
"Kerja keras selama 300 hari telah membuahkan hasil gemilang diperolehnya izin e-money dari BI," terang dia.
Uang elektronik Paytren sempat dibekukan oleh Bank Indonesia lantaran harus terlebih dahulu mengurus perizinan.
Selain memiliki bisnis uang elektronik, Yusuf Mansur juga memiliki PayTren Aset Manajemen yang sudah lebih dulu mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah mengantongi izin, kedua perusahaan tersebut rencananya bakal disinergikan guna saling menunjang bisnis.
Direktur Utama PayTren Aset Manajemen Ayu Widuri sebelumnya mengaku pihaknya akan berupaya mengejar jumlah pemegang rekening uang elektronik Paytren yang mencapai sekitar 500 ribu pada 2018.
"Setelah Paytren yang pembayaran mendapatkan izin, kami akan sinkronkan. Nantinya, produk kami bisa dijual di aplikasi Paytren pembayaran yang ada saat ini," ujar Ayu. (agi)